Kamis, 08 Juni 2017

Mencari Nilai Ibadah Dalam Bekerja


Islam mencintai seorang muslim yang giat bekerja, mandiri, apalagi rajin memberi. Sebaliknya, Islam membenci manusia yang pemalas, suka berpangku tangan dan menjadi beban orang lain. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
فَابْتَغُوا عِنْدَ اللَّهِ الرِّزْقَ
 Maka carilah rizki disisi Allah..” (QS. Al ‘Ankabut [29]: 17)
Bekerja dalam pandangan Islam begitu tinggi derajat-nya. Hingga Allah dalam Al Qur`an menggandengkannya dengan jihad memerangi orang-orang kafir.
وَآخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي الْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَآخَرُونَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
“dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah.” (QS. Al Muzzammil [73]: 20)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan me-nyebut aktifitas bekerja sebagai jihad di jalan Allah. Diriwayatkan, beberapa orang sahabat melihat seorang pemuda kuat yang rajin bekerja. Mereka pun berkata mengomentari pemuda tersebut, “Andai saja ini (rajin dan giat) dilakukan untuk jihad di jalan Allah.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam segera menyela mereka dengan sabdanya, “Janganlan kamu berkata seperti itu. Jika ia bekerja untuk menafkahi anak-anaknya yang masih kecil, maka ia berada di jalan Allah. Jika ia bekerja untuk menafkahi kedua orang-tuanya yang sudah tua, maka ia di jalan Allah. Dan jika ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan dirinya, maka ia pun di jalan Allah. Namun jika ia bekerja dalam rangka riya atau berbangga diri, maka ia di jalan setan.” (HR Thabrani, dinilai shahih oleh Al Albani)

Senin, 02 November 2015

FIKIH MUSLIMAH SEKELUMIT TENTANG HAIDH

♻ Hukum asal setiap darah (yang keluar dari wanita) adalah darah haidh [Ibnu Qudâmah, Ibnu Rusyd dan Ibnu Taimiyah]
Hal ini lantaran haidh itu adalah perkara yang telah ditetapkan Allâh kepada seluruh puteri keturunan Adam, dan apabila selain perkara ini maka menyelisihi asal.
♻ Batasan maksimal waktu haidh adalah 15 hari [Syafi'î dan salah satu riwayat dari Ahmad]
Telah valid dari 'Atho' (menurut al-Baihaqî) :
Apabila darah keluar lebih dari 15 hari, maka dianggap sebagai darah istihâdhah (darah penyakit / di luar kebiasaan)

Minggu, 01 November 2015

Tanya Jawab

MENDENGAR MUSIK TIDAK SENGAJA
PERTANYAAN :
Ust, apabila kita di jalan atau bus, atau di tempat perbelanjaan, dan disitu diputar musik, apakah haram ustadz? Jika haram bagaimana solusinya?
JAWAB :
Perlu kita fahami perbedaan 2 hal berikut ini, yaitu

Banyak maksiat, tapi banyak nikmat

Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- mengatakan:
"Allah biasa menghukum hambaNya yg beriman dan dicintaiNya -yg dia melihat Allah sebagai Dzat yg maha pemurah-, karena sebab kesalahan yg sangat kecil atau kelengahan, sehingga dia menjadi hamba yg selalu terjaga dan waspada.
Adapun orang yg jatuh dan hina di mata Allah, maka Dia membiarkannya melakukan banyak maksiat. Setiap kali dia melakukan dosa, Allah tambahi lagi kenikmatan untuknya.
Orang yg tertipu mengira bahwa itu termasuk bentuk pemuliaan Allah terhadapnya, dia tidak tahu bahwa itu sejatinya menghinakannya, dan bahwa dengannya Allah menginginkan untuknya siksaan yg keras dan hukuman yg tiada akhirnya".
[Kitab: Zadul Ma'ad, 3/506].

Amalan Jum'at

Berikut ini beberapa amalan istimewa dihari jumat.
1. Membaca surat al-Kahfi pada malam Jum'at. Bila tidak sempat membacanya di malam hari boleh membacanya disiang hari. (HR. Ad-Darimi, An-Nasa'i, Al Hakim)
2. Membaca surat As-Sajdah dan surat Al-Insan secara sempurna pada dua rakaat shalat Shubuh (HR. Bukhari dan Muslim serta yang lainnya)
3. Memperbanyak shalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam.  (HR. Abu Dawud)
4. Di wajibkan shalat Jum'at bagi laki-laki. (Lihat: As-Syarh Al-Mumti: 5/7-24)
5. Mandi besar sebelum menghadiri sholat jum'at. (HR. Muslim)
6. Memakai wewangian, bersiwak atau menggosok gigi, serta mengenakan pakaian yang paling baik. (HR.Ahmad)

Syarat Syahadat Laa Ilaaha Illallah

Setiap ibadah memiliki rukun dan syarat yang harus dipenuhi agar ibadah tersebut sah. Seseorang yang hendak sholat tentu akan berwudhu terlebih dahulu, karena suci adalah syarat sah sholat. Begitu pula ibadah yang lain seperti haji, puasa dan zakat juga memiliki rukun-rukun dan syarat yang tidak boleh tidak harus dipenuhi. Segala sesuatu yang harus dipenuhi sebelum mengerjakan sesuatu yang lain disebut syarat. Lalu bagaimana pula dengan mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illalloh? Tidak diragukan lagi bahwa syahadat adalah setinggi-tingginya derajat keimanan dan rukun islam yang paling utama. Di sana ada syarat-syarat yang harus dipenuhi agar kalimat Laa Ilaaha Illalloh yang kita ucapkan dianggap sah.
Para ulama menjelaskan bahwa syahadat Laa Ilaaha Illalloh memiliki delapan syarat:

Jumat, 10 Juli 2015

WASIAT & PERNYATAAN PARA IMAM AHLU SUNNAH TENTANG ITTIBA' DAN LARANGAN BERBUAT BID'AH

Wasiat dan Pernyataan Para Imam Ahlus Sunnah Tentang Berittiba’ dan Larangan Berbuat Bid’ah

1. Muadz bin Jabal rådhiyallåhu ‘anhu berkata, 

“Wahai manusia, raihlah ilmu sebelum ilmu tersebut diangkat! Ingatlah bahwa diangkatnya ilmu itu dengan wafatnya ahli ilmu. Hati-hatilah kamu terhadap bid’ah tanaththu’ (melampaui batas). Berpegang teguhlah pada urusan kamu yang terdahulu (berpegang teguhlah pada al-Qur’an dan as-Sunnah).”(Al-Bida’wan Nahyu ‘Anha oleh Ibnu Wadhdhah no.65)

Rabu, 22 April 2015

Pembagian Tauhid Menurut Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah

Tauhid menurut bahasa berarti : menjadikan sesuatu itu satu. Sedangkan menurut istilah syar’i berarti : Pengesaan terhadap Allahsubhaanahu wa ta’ala dengan sesuatu yang khusus bagi-Nya, baik dalam uluhiyyah-Nya, rububiyyah-Nya, asma’ dan sifat-Nya. Dari definisi ini dapat diketahui bahwa tauhid ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu : Tauhid Rububiyyah, Tauhid Uluhiyyah, dan Tauhid Asmaa’ wa Shifaat Allah.
Tauhid Rububiyyah
Tauhid Rububiyyah adalah : Suatu keyakinan yang pasti bahwa Allah subhaanahu wa ta’ala satu-satunya pencipta, pemberi rizki, menghidupkan dan mematikan, serta mengatur semua urusan makhluk-makhluk-Nya tanpa ada sekutu bagi-Nya. Dalil-dalil yang menunjukkan Tauhid Rububiyyah ini diantaranya firman Allah subhaanahu wa ta’ala :

Tidakkah Hadits Hadits ini Membuatmu Takut Wahai Pelaku Bid'ah ??

Hadits Hadits tentang Betapa Bahaya dan Teecelanya Bid'ah


Banyak kaum muslimin yang masih meremehkan masalah bid’ah. Hal itu bisa jadi karena minimnya pengetahuan mereka tentang dalil-dalil syar’i. Padahal andaikan mereka mengetahui betapa banyak hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam yang membicarakan dan mencela bid’ah, mereka akan menyadari betapa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam sangat sering membahasnya dan sangat mewanti-wanti umat Beliau agar tidak terjerumus pada bid’ah. Jadi, lisan yang mencela bid’ah dan mewanti-wanti umat dari bid’ah adalah lisan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam sendiri.
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com